Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Rumput Laut, Harapan Baru!


"DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung memproyeksikan potensi budi daya rumput laut di pesisir Lampung bisa mencapai Rp13 triliun pada 2014!" ujar Umar. "Proyeksi itu tentu didukung perhitungan matang jika potensi 1.105 km pantai pesisir Lampung bisa digarap komprehensif oleh puluhan ribu pemulia rumput laut! Sebuah harapan baru bagi Lampung!"

"Di Pesisir Lampung, pemuliaan rumput laut telah dilakukan warga Bakauheni! Hasilnya lumayan sebagai sumber penghidupan, tapi tidak lantas para pemulia rumput laut menjadi jutawan!" sambut Amir. "Maksudnya, hadirnya rumput laut sebagai lapangan kerja baru yang bisa menampung ribuan orang, tentu amat disyukuri! Namun, dengan promosi angka triliunan rupiah bisa menyilaukan seolah rumput laut cepat mengangkat para pemulianya menjadi jutawan, hingga salah persepsi! Padahal, pemuliaan rumput laut juga usaha yang menuntut keseriusan dan kerja keras!"


"Terutama di Lampung, warga berpengalaman mendapat pepesan kosong, dari sisal sampai jarak pagar!" tegas Umar. "Karena itu, usaha budi daya rumput laut memerlukan penanganan sungguh-sungguh agar para pemulianya bisa mencapai hasil maksimal dan jauh dari kekecewaan! Untuk itu, penandatanganan kerja sama untuk usaha pengembangan rumput laut di Lampung antara PT Lampung Jasa Utama, PT Hutama dari Jakarta, dan Yayasan Al Bahri Nusantara di Lempasing besok, bisa menjadi harapan baru yang berdasar!"

"Hal yang menguras tenaga dan makan waktu untuk usaha ini adalah mobilisasi para pemulia dan alih teknik budi daya serta perawatan sampai pemanenannya!" timpal Amir.

"Jika setiap pemulia diberi kredit modal Rp10 juta untuk tiga gawang tanaman (per gawang 1/4 ha) dengan masa panen 45 hari, jika waktu tanam antargawang diberi tenggang 15 hari, bisa teratur panen setiap setengah bulan! Dengan demikian rumput laut bisa menjadi sumber penghasilan tetap!"

"Jika PT Lampung Jasa Utama sebagai host bisa memobilisasi 1.000 pemulia per bulan—sekaligus menyalurkan modal Rp10 miliar—dalam setahun aktif 12 ribu pemulia dengan putaran modal Rp120 miliar!" lamjut Umar. "Perputaran modalnya langsung di tengah warga jadi stimulan signifikan ekonomi daerah! Jika mobilisasi pemulia rumput laut setiap tahun bertambah dengan jumlah sama, dalam lima tahun rumput laut menjadi bisnis masif dengan 60 ribu keluarga pemulia di Lampung! Bayangkan pula perputaran uang hasil panennya, tentu jauh lebih besar lagi! Tantangan kemudian, kewalahan mengatur duitnya!" ***

0 komentar: