Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

‘Cyber Crime’ Baru, Korban Tak Sadar!


"MASIH ingat Jenderal Naga Bonar? Pada zaman perjuangan itu, ia berhasil mengambil jam tangan perwira serdadu Belanda dalam perundingan tanpa disadari korban!" ujar Umar. "Pada zaman itu, 'keterampilan' Naga Bonar tersebut mengagumkan karena dengan itu bisa mengalahkan orang Barat! Kini lebih dahsyat lagi, seorang Indonesia jadi buron FBI sebagai otak pencurian pulsa dalam hape orang—juga tanpa disadari korbannya!"

"Gawatnya, akibat ulah orang itu, Cyber Crime Direktorat Reserse Polda Metro Jaya menemukan 1.800 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Sumut, yang beroperasi menyedot pulsa ke seantero negeri dari balik teralis!" timpal Amir. 

"Enam dari mereka, otak operasinya, telah dijadikan tersangka dalam kasus yang ditangani Polda Metro Jaya!" (Kompas.com, 5-10) "Kalau yang beroperasi sebanyak itu, bisa jutaan orang jadi korban!" tegas Umar. "Operasi itu, yang menjual kembali pulsa hasil curian di kawasan dekat korban, menjadikan kejahatannya berskala masif! Maka itu, mastermind-nya menjadi buron FBI, sedang wakgengnya diringkus Polda Metro!" 

"Ironisnya, seperti ditengarai pakar telematika Roy Suryo, modus cyber crime dari balik teralis itu justru dimainkan atas kerja sama operator dan content provider—CP!" (Vivanews, 7-10) sambut Amir. "Karena itu, Komisi I DPR Senin (10-10) akan rapat dengan semua instansi terkait, semua operator, dan CP! Langkah ini diharap ampuh untuk mencegah pencurian pulsa oleh lembaga-bisnis legal, sedang pengusutan pelanggaran hukum dalam hal ini terus dilakukan polisi!" 

"Terlihat, cyber crime baru ini merugikan rakyat dari segala sisi—digasak lewat bisnis legal maupun operasi residivis dari balik teralis!" tukas Umar. "Karena itu, usaha perlindungan yang benar-benar efektif harus bisa diciptakan untuk menghentikan terus digasaknya pulsa dari hape rakyat! Tepatnya, harus dilakukan deregulasi nasional sistem operasi seluler terkait dengan CP dan sistem transfer pulsa—sampai tak mungkin terjadi hape yang cuma terima SMS pulsanya bisa tersedot habis!" 

"Keberhasilan Polda Metro Jaya melacak hingga menemukan pusat pencurian pulsa seluler dalam LP Tanjung Gusta memberi harapan kejahatan ini bisa dihabisi!" timpal Amir. "Tapi usaha membasmi kejahatan itu bergantung kemampuan regulator menyiapkan sistem penangkalnya! Tanpa sistem penangkal yang tangguh, polisi bisa kewalahan menindak kejahatan yang beroperasi masif!" ***

0 komentar: