Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Isyarat Kualitas Tingkat Korupsi!


SEORANG pejabat Indonesia terkejut saat dalam kunjungannya ke China dibawa mampir ke rumah pribadi pejabat setempat, ternyata cukup mewah. "Kok bisa?" cetus pejabat kita ke pejabat China saat santai di teras belakang rumah itu. "Kubaca berita, di sini koruptor dihukum mati!" 

"Berita itu benar!" jawab pejabat China. "Tapi itu hanya terjadi pada orang yang sial, atau korupsinya kasar hingga mudah ketahuan! Soal rumah ini, Anda lihat bendungan di ngarai itu? Mengairi 10 ribu hektare sawah, listrik 100 mw!" "Tentu saya lihat!" jawab pejabat kita. "Terpadu indah dengan alamnya, selain besar manfaatnya!" Pejabat China itu lalu mendekatkan bibirnya ke telinga pejabat kita, dan berbisik, "10 persen!" 

Saat cuti pejabat China itu mengunjungi pejabat kita ke rumahnya di pucuk bukit! "Rumah Anda jauh lebih mewah!" puji pejabat China. "Lihat lembah di kaki bukit, seluas pandangan dipenuhi bangunan pusat olahraga nasional! Itu stadion kapasitas 80 ribu penonton! Itu aquatic center, fasilitas semua cabang olahraga air! Itu stadion atletik, stadion tenis, dan lainnya!" 

"Yang mana?" tanya tamu penasaran. "Aku sama sekali tak melihatnya, cuma alam yang hijau!" Pejabat Indonesia pun berbisik ke pejabat China, "Seratus persen!" (Ngakak.org) "Haiyaaa...!" pejabat China tersentak. "Proyek fiktif! Di China dihukum mati! Kok bisa?" "Kualitas korupsi di sini tingkatnya tergantung isyarat dari atas!" jelas pejabat. "Kalau dari atas isyaratnya baru berantas korupsi dengan emosi biasa saja, tingkat korupsinya baru 30% sampai 40%! Tapi kalau isyaratnya sudah menjarah dan merampok uang negara dengan emosi meledak-ledak pula, bisa ditafsir sendiri! Dengan dirampok habis 50%, dijarah pula, tuntaslah 100%!" 

"Jadi tergantung isyarat dari atas?" tukas pejabat China. "Semakin geram mengatakannya, semakin ganas dan gila-gilaan pula korupsi dilakukan?" "Karena semakin tinggi nada amarahnya, semakin kuat kesan retorikanya!" tegas pejabat. "Artinya, cuma suara dan amarahnya yang menggelegar, tapi tak diikuti tindakan konkret!" 

"Sebaliknya Presiden Hu Jintao, sejak berkuasa (2003) tak banyak omong tapi menyiapkan 101 peti mati, 100 untuk koruptor, yang satu untuk dirinya sendiri jika korupsi!" timpal pejabat China. "Lalu menekan polisi agar serius tanpa pilih bulu menindak koruptor! China pun jadi maju" "Tapi Indonesia bukan penjiplak!" tegas pejabat. 

"Tindakan konkret penguasa justru membuat LP khusus koruptor, penjara VIP yang memisahkan koruptor dari penjahat kelas teri!" ***

0 komentar: