Kata Kunci

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Cuci Gudang 2011, Solusi Akhir Tahun!

DI obral cuci gudang akhir tahun sebuah toko, Edi membeli selusin celana dalam. Cewek di kasir toko nyeletuk, "Celana ini nanti dinomori satu sampai 12, setiap hari pakainya urut nomor!" "Tebakan tepat!" sambut Edi. "Meskipun nomor urut pakainya bukan harian, melainkan bulanan! Nomor satu Januari, nomor dua Februari, dan seterusnya!" "Hah!" kasir tersentak. "Apa tak gatal, sebulan sekali ganti celana dalam?" "Kan bukan cuma satu celana dalamnya!" jelas Edi. "Satu celana dalam baru setiap bulan itu untuk menambah yang ada! Satu celana dalam lama yang butut diapkir!" "Pola hidup terencana!" timpal kasir. "Hebat!" 

"Kebetulan! Seumur hidup sebenarnya baru kali ini aku ke obral cuci gudang!" ujar Edo. "Tapi suatu hal yang kebetulan bukan berarti tak bisa dijadikan solusi! Tanpa kecuali buat TPF (Tim Pencari Fakta) bentukan Presiden SBY terkait kasus Mesuji! Kebetulan TPF dibentuk, rekomendasinya mencuci gudang permasalahan 2011, buat semua stakeholder—instansi pemerintah, investor, dan warga masyarakat—melangkah bersama dengan saksama menyelesaikan masalah pada 2012!" "Tapi kata berita, baik pihak pemerintah, investor, dan warga masyarakat sama-sama bermasalah, tuh!" tukas kasir. "Justru itu TPF bisa menyiapkan rekomendasi skema penyelesaian dengan kesepakatan ketiga pihak tersebut dalam kedudukan setara, masing-masing terikat kewajiban sesuai setiap haknya yang diaktualisasikan!" tegas Edi. "Misalnya, guna sekalian menyelesaikan masalah tanah seantero negeri, direkomendasikan Pemerintah Pusat melaksanakan landreform—redistribusi tanah—menurut UU Pokok Agraria No. 5/1960, sesuai kondisi lapangan di setiap daerah, di Mesuji mungkin berpola PIR, maka semua pihak berpadu kerja sama mewujudkan rekomendasi itu dengan melaksanakan kewajiban masing-masing!"

"Apa bisa semudah itu?" timpal kasir. "Pemerintah apa mau membagi-bagi tanah gratis lengkap dengan sertifikat untuk dijadikan dasar bank memodali PIR? Lalu, apa ada bank berani terjun bebas ke pusaran konflik seserius itu?" "Untuk seorang kasir seperti kamu, solusi seperti itu memang tak masuk akal!" tegas Edi. "Tetapi itulah tantangan buat TPF, meski rekomendasinya tak masuk akal awam, tetap bisa dilaksanakan!" "Justru itu kelemahan penguasa selama ini! Selalu membuat kebijakan semata berdasar kekuasaan, sukar dipahami akal sehat awam!" tukas kasir memberi tanda lunas. "Selamat Tahun Baru!" ***

0 komentar: